kata mutiara

Posted: Mei 19, 2013 in Maniesst Imutzz

Aku Sakit

Aku tahu aku tak smpurna
tp,apkah slah,, .jka aku menginginkan s’rang y6 smpurna ?? ?
apkah aku ng6bk pantas dicinta? ?
, ..
aKu memang munafik, . ..
tapi ap daya smua nie., .. .
percma aku menghrap dy kmbli. ,.
dy hany ang6ap aku lalu ang!n.
apkh brhak bwad aku memaksa dy kmbli. , !!
apkh brhak,jka aku memaksa dy untk mencntaiku lagi, .?!
s’t dy sdah brpling k rang laen. ., aku mlai tak sng6up mlhat dy ber dua.
tapi. .hanya 1 pesanku tuk s’s0rang tu. ,.jaga dy, n’ bwad dy slalu trznyum ktka da d smpingmu

“LUKA”

Luka,,
mengapa kau harus datang,
menambah beban hidup yang kelam.
tersisih asa yang hilang,
ku ingin mati,,
jika tuhan mempersetujui,
bukan karena kamu yang begitu ku cinta.
tapi karena ku memang harus terluka.
begitu sakit,,
begitu perih,,
tapi kan pendam luka ini.
agar kau mengerti..
betapa tulus rasa cintaku,,
sampai ku rela tuk mati..
“HANYA KARENA LUKA”

KumpulBlogger.com

 

Demi Sesuap Nasi

Sampai kapan penderitaan ini
Selalu dan selalu saja menghantui
tak pernah ada henti
Menyiksa beban hidup ini
Terkadang iri menyerang jiwa
Melihat mereka yang selalu bahagia
Walau semua ini sulit dilewati
Apalah daya inilah yang harus terjadi
Takdir setiap manusia memang berbeda
Jalan hidup setiap manusia memang berbeda
Tapi inilah takdir hidup ini
Berjuang hanya untuk sesuap nasi

Penantian

tulis puisi anda di sini
Hati bertaut kesunyian bila malam menggelayut datang….
Bayang bidadari hadir menyapa dengan senyum waktu mata terpejam…
Rona jingga kilauan mutiara senja…
Kian lusuh karena tercampakkan oleh takdir manusia…
Karena diri tiada harta,tahta dan gelimang harta..
Hanya perih iringi lurus jalan berduri..
Ucap gemetar bibir saat sayup mata perlahan pergi..
Jauh takkan kembali..
Mungkin sampai nanti atau takdir jemputnya lagi..
Kemudian hewan buas itu menatap wajahnya yang cantik..
Meluluhkan hatinya yang beku…
Kemudian mati…
Bila kuku mencakar hati..
Kiranya maaf hanya anugrah lidah yang keji…
Sampai hari berganti abad kemudian kembali…
Dermaga usang terus ada dan kokoh berdiri…

saat sedih

Oh cinta, bisa hilang dalam sekejap mata.
Kemanakah masa indah itu?
Tergantikan oleh masa duka
Tak terkenangkah saat kita tertawa, saat kita bersama berbagi kebahagiaan.
Oh cinta, datanglah kembali…
Penuhi hati kami
—————

lupa

trnya kw lpa hri ni hri pa..
dtik dmi dtik qu menungu kbar drimu dsna tpi kw seprtinya mlah mengbaikan kw lpa ttng kta tntng sesuatu hal yng qu angap bsar dn mungkn kw angap kecil. kw mlah asik dengan kegiatn yg membuat qu hnya merasa cmburu.
kw hnya memntingkn drimu sndri kw tk peduli pendritaan qu tida henti menglir berjuta2 berblir2 bgai tk brnyawa…
kni kw qu blas tk lge ad kbar qu untuk mu…
semoga kw raskn yng sma dng yang qu rsakan saat ni…
—————
bwt mu yg menykitkn hti qu

entah

tulis puisi anda di sini
entah
entah ap yg qu rasa ..
bimbang menghantui
masa lalu pun terlintas kembali
entah
ap yang qu rasa ..
dy yang temaniqu
seakan tak kurasa hadirnya
dy .. dy yang salalu
mencoba beriqu yang terbaik
tapii dengan mudah terhempas masa lalu
apa ?? apa.. yang aku lakukan ??
kenapa semua ini terjadi ??
kenapa harus dy ??
entah apa yang harus ku lakukan ??
haruskah ku tinggalkannya ??
dan kembali padanya ??
tapi aku masih bimbang,,
aku takut
aku takut dengan jalan yang ku ambil
aku takut merindukan nya
lantas rasa apa yang ku miliki saat ini ..
entahlah aku pun tak mengerti.
—————

Rembulan menangis

Disini ada rembulan sedang menangis
Kemuning jatuh menimpa pasir putih
Sedih kusambut malam
sepedih kidung kinanti
Meloloskan diri dari kepungan sepi
Terjerat pada tikaman dusta
Menderu lukaku tiada tertahankan lagi
Bunda…aku ingin di pangkuanmu
Melenakan sebentar
Dari berat jalanku ini
Angin sepoi ringan
mengelupaskan kedukaan
Rembulan di tepian pantai
masih menangis
Pada ombak yang berkejaran
Pada nyiur melambai pelan
Rembulan tersedu di ujung malam
Bertanya pada serpihan karang
Tiada cukupkah kata ampunan dariku
Sementara rembulan
melenggok gemulai
Meninggalkan sejuta pesona nestapa
Sebab cinta tertusuk duri…
Kasih sayang terbelah berserakan
kini berhamburan tiada tertahankan
bagai bunga berguguran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s